Mengukur Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di PAUD: Evaluasi Berbasis Model CIPP
DOI:
https://doi.org/10.66851/veritas.v1i1.168Kata Kunci:
Evaluasi Program, Model CIPP, Pemberian Makanan Tambahan, Anak Usia Dini, GiziAbstrak
Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan salah satu upaya pendidikan kesehatan dan pemenuhan gizi yang penting diterapkan pada anak usia dini untuk menunjang pertumbuhan, perkembangan, serta kebiasaan hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program PMT di TK Gudiseju menggunakan Model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengukur efektivitas program berdasarkan empat komponen evaluasi CIPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek context memperoleh nilai 88% dengan kategori sangat baik, yang berarti program PMT relevan dengan kebutuhan anak dan tujuan lembaga. Aspek input berada pada kategori baik, namun memerlukan penyusunan standar menu dan pelibatan ahli gizi. Aspek process juga berada dalam kategori baik, ditandai dengan pelaksanaan kegiatan yang teratur meskipun monitoring belum terdokumentasi secara sistematis. Aspek product memperoleh hasil 70% dengan kategori baik, menunjukkan adanya perubahan positif terhadap kebiasaan makan anak meskipun belum merata. Secara keseluruhan, program PMT dapat dikategorikan berhasil, namun perlu penguatan dalam perencanaan menu, pendampingan berkelanjutan, serta evaluasi yang lebih terstruktur. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan program PMT di lembaga PAUD lainnya untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak usia dini.
Unduhan
Referensi
Nade, E., & Khumairah, E. S. (2024). Pendekatan CIPP dalam evaluasi program pendidikan: Tinjauan literatur pada program pendidikan di Indonesia. JMPI: Jurnal Manajemen, Pendidikan dan Pemikiran Islam, 2(2), 136-143.
Tantriati, T., & Setiawan, R. (2023). Evaluasi program pemberian makanan tambahan (PMT) anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 761
Risnawati, & Khadijah. (2025). Analisis evaluasi program pemberian makanan tambahan terhadap perkembangan gizi anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(5), 1637–1645.
Zuhri, M. S., & Afandi, N. K. (2023). Implementasi pemberian makanan tambahan (PMT) untuk meningkatkan kemandirian anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1–10.
Rahmadani, R. Kajian Terkait Model CIPP Sebagai Bentuk Evaluasi Program Pelatihan. 12 Waiheru, 8 (2), 114-123.
Kurniawati, EW (2020). Evaluasi Program pendidikan perspektif model cipp (konteks, masukan, proses, produk). GHAITSA: Jurnal Pendidikan Islam, 1 (1), 19-25.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Alfi Mutiara Br Tumangger, Jultin Kasandra Buulolo, Nurul Amnah Siregar, Rizka Damayanti, Sofwatun Nabila, Yusri Delfinsta Sianturi (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya di Veritas: Jurnal Penalaran dan Riset Mahasiswa Pendidikan menyetujui ketentuan berikut:
-
Retensi Hak Cipta: Penulis memegang hak cipta dan hak publikasi penuh tanpa batasan. Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, di mana karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan pihak lain untuk mengubah, menyesuaikan, dan mengembangkan karya ini untuk tujuan non-komersial, dengan syarat memberikan kredit kepada penulis asli dan publikasi awal di jurnal ini, serta melisensikan karya turunan mereka di bawah syarat yang identik.
-
Batasan Non-Komersial: Segala bentuk eksploitasi komersial atas artikel yang telah diterbitkan memerlukan izin tertulis yang eksplisit dari penulis asli.
-
Pengarsipan Mandiri (Self-Archiving): Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web pribadi) sebelum dan selama proses pengiriman naskah, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran akademik yang produktif, serta berpotensi meningkatkan sitasi.
