Eksplorasi Perilaku Vandalisme dan Ekologi Sosial Remaja Pada Komunitas Me&Art Kota Medan

Penulis

  • Fitria Akbar Kani Chaniago Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Asiah Asiah Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.66851/veritas.v2i2.255

Kata Kunci:

Vandalisme, Lingkungan Sosial, Remaja, Komunitas Me&Art, Konseling Komunitas

Abstrak

Perilaku vandalisme di kalangan remaja perkotaan sering kali direduksi sebagai sekadar kenakalan remaja tanpa melihat akar sosiologis dan psikologis yang melatarbelakanginya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis bentuk-bentuk perilaku vandalisme serta mengurai peran ekologi sosial (keluarga, teman sebaya, dan masyarakat) yang memicu komunitas remaja "Me&Art" dalam melakukan tindakan perusakan fasilitas publik di Kota Medan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terjalin (embedded single-case design), penelitian ini melibatkan tiga orang remaja (NK, RS, dan IY) sebagai subjek utama yang dipilih melalui purposive sampling, serta didukung oleh triangulasi sumber dari warga sekitar dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam yang tidak terstruktur, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi dengan menerapkan mitigasi etis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vandalisme yang dilakukan oleh komunitas ini bukan bersifat acak, melainkan terstruktur dalam bentuk tactical vandalism (untuk eksistensi kelompok) dan vindictive vandalism (sebagai bentuk balas dendam terhadap penolakan sosial). Lingkungan sosial memainkan peran ganda: keluarga yang disfungsional menciptakan ruang hampa afeksi, yang kemudian diisi oleh kelompok teman sebaya (komunitas Me&Art) yang menormalisasi perilaku menyimpang melalui proses transmisi nilai subkultur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa vandalisme dalam komunitas ini adalah bentuk protes diam (silent protest) dan pencarian identitas yang terdistorsi. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan pendekatan konseling komunitas dan intervensi berbasis seni ekspresif yang terarah (directed expressive arts therapy) untuk mengkanalisasi energi agresif remaja menjadi karya konstruktif.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Arnett, J. J. (2006). G. Stanley Hall's Adolescence: Brilliance and nonsense. History of Psychology, 9(3), 186-197. https://doi.org/10.1037/1093-4510.9.3.186.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.

Bowlby, J. (1969). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment. Basic Books.

Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press. https://doi.org/10.4159/9780674028845.

Ceccato, V., & Haining, R. (2005). Assessing the geography of vandalism: Evidence from a Swedish city. Urban Studies, 42(9), 1637-1656. https://doi.org/10.1080/00420980500185645.

Cohen, A. K. (1955). Delinquent boys: The culture of the gang. Free Press.

Cohen, S. (1973). Property destruction: Motives and meanings. Dalam C. Ward (Ed.), Vandalism (hal. 23-53). Architectural Press.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (Ed. ke-4). SAGE Publications.

Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company.

Goldstein, A. P. (1996). The psychology of vandalism. Plenum Press. https://doi.org/10.1007/978-1-4899-0176-7.

Kelling, G. L., & Wilson, J. Q. (1982). Broken windows: The police and neighborhood safety. The Atlantic Monthly, 249(3), 29-38.

Malchiodi, C. A. (2020). Trauma and expressive arts therapy: Brain, body, and imagination in the healing process. Guilford Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Ed. ke-3). SAGE Publications.

Piza, E. L., & Sytsma, V. A. (2016). Exploring the defensive warding off of vandalism: A study of graffiti in an urban environment. Journal of Criminal Justice, 46, 56-65.

Sutherland, E. H. (1947). Principles of criminology (Ed. ke-4). J.B. Lippincott.

Taylor, L. (2013). Vandalism, juvenile delinquency and urban space: The case of graffiti tagging. Journal of Urban Sociology, 15(2), 112-130.

Unduhan

Diterbitkan

31-05-2026

Terbitan

Bagian

Artikel Penelitian

Cara Mengutip

Eksplorasi Perilaku Vandalisme dan Ekologi Sosial Remaja Pada Komunitas Me&Art Kota Medan. (2026). Veritas: Jurnal Penalaran Dan Riset Mahasiswa Pendidikan, 2(2), 44-48. https://doi.org/10.66851/veritas.v2i2.255