Pengaruh Literasi Budaya Terhadap Kemampuan Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantau Yang Tinggal Di Kos Di Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.66851/dnjel.v1i1.172Kata Kunci:
literasi budaya, penyesuaian diri, mahasiswa perantau , rumah kos, dormitoriAbstrak
Mahasiswa perantau yang tinggal di kos di Kota Medan dihadapkan pada kondisi sosial dan budaya yang berbeda dengan daerah asalnya. Perbedaan tersebut menuntut kemampuan penyesuaian diri yang baik agar mahasiswa mampu beradaptasi secara sosial, akademik, dan emosional. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap proses penyesuaian diri adalah literasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi budaya terhadap kemampuan penyesuaian diri mahasiswa perantau yang tinggal di kos di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian berjumlah 50 mahasiswa perantau yang tinggal di kos di Kota Medan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis Google Form yang mengukur tingkat literasi budaya dan kemampuan penyesuaian diri. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis statistik inferensial untuk melihat hubungan dan pengaruh antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi budaya memiliki pengaruh terhadap kemampuan penyesuaian diri mahasiswa perantau. Mahasiswa dengan tingkat literasi budaya yang lebih baik cenderung memiliki kemampuan adaptasi yang lebih positif dalam menghadapi lingkungan sosial dan budaya yang baru. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi budaya sebagai salah satu strategi dalam membantu mahasiswa perantau menyesuaikan diri di lingkungan perkotaan.
Unduhan
Referensi
Banks, J. A. (2015). Multicultural education and cultural literacy in global society. Journal of Social Studies Education Research, 6(3), 1–15.
Berry, J. W. (2017). Theories and models of acculturation. In S. J. Schwartz & J. Unger (Eds.), The Oxford handbook of acculturation and health (pp. 15–28). Oxford University Press.
Nainggolan, E., Ndraha, E. D., & Irwan, M. (2025). Peran Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Literasi Digital bagi Ibu Rumah Tangga di Percut Sei Tuan. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 9(2), 129-139.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.
Kemendikbud. (2017). Peta jalan gerakan literasi nasional. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Maharan, A. P., Rivai, M., Sugianti, S., Fauzi, R. A. F. A., Azzahra, S., Ningsih, S., ... & Saragih, M. I. (2021). Literasi Digital: Efektifitas Aplikasi Pedulilindungi Dalam Memberikan Informasi Pada Mahasiswa Fip Upi. Indonesian Journal of Adult and Community Education, 3(2), 1-6.
Nugroho, A., & Lestari, W. (2022). Penyesuaian diri mahasiswa perantau dalam lingkungan kampus multietnis. Jurnal Psikologi Sosial, 10(1), 33–44.
Pratiwi, D. (2020). Adaptasi sosial mahasiswa perantau dalam lingkungan multikultural. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(1), 45–56.
Santrock, J. W. (2012). Life-span development (13th ed.). McGraw-Hill.
Schneiders, A. A. (1964). Personal adjustment and mental health. Holt, Rinehart & Winston.
Suryandari, N. (2018). Literasi budaya sebagai penguatan karakter mahasiswa di era globalisasi. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 72–84.
Ward, C., Bochner, S., & Furnham, A. (2001). The psychology of culture shock (2nd ed.). Routledge.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Herman Jaya Waruwu, Fransiska Margaretha Tambunan, Bonario Laurensius Sihaloho3 (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.